Rabu, 10 Juni 2020

Kumpulan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Se-Kota Cimahi

Kota Cimahi Prov. Jawa Barat Mempunyai Sejumlah Madrasah tsanawiyah (MTs) Terfavorite menurut Kemendikbud, Kota Cimahi mempunyai 16 Madrasah tsanawiyah (MTs) yang udah terdaftar di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tadinya datasekolah.net sudah Membagikan Kumpulan Madrasah ibtidaiyah (MI) Recommended di Kota Cimahi dan Berikut ini adalah List Sekolah MTS di Kota Cimahi, Jawa Barat untuk memudahkan anda :

1 MTS MOHAMMAD TOHA

Mts Mohammad Toha yaitu satu dari sekian Madrasah tsanawiyah (MTs) Swasta yang beralamat di Jl. Raya Nanjung Kp. Cibodas Rt. 04/13 Utama Cimahi Selatan Kota Cimahi, Mts Mohammad Toha ini sudah terakreditasi dengan nomor npsn 20279747.

2 MTS SADARMANAH

Mts Sadarmanah yakni Salah satu Madrasah tsanawiyah (MTs) Swasta yang beralamat di Jl. Sadarmanah No. 110 Leuwigajah Cimahi Selatan Kota Cimahi, Mts Sadarmanah ini sudah terakreditasi dengan nomor npsn 20279749.

3 MTS DARUSSALAM

Mts Darussalam yaitu sebuah Madrasah tsanawiyah (MTs) Swasta yang beralamat di Jl. Sukahaji No. 143 Melong Melong Cimahi Selatan Kota Cimahi, Mts Darussalam ini sudah terakreditasi dengan nomor npsn 20279748.

4 MTS NEGERI SUKASARI

Mts Negeri Sukasari yakni sebuah Madrasah tsanawiyah (MTs) Negeri yang beralamat di Jl. Tsanawiyah No. 1 Cibeber Cibeber Cimahi Selatan Kota Cimahi, Mts Negeri Sukasari ini sudah terakreditasi dengan nomor npsn 20279746.

5 MTS BAITURRAHIM

Mts Baiturrahim ialah Salah satu Madrasah tsanawiyah (MTs) Swasta yang terletak di Jl.ibu Ganirah No.24 Rt.06/05 Cibeber Cibeber Cimahi Selatan Kota Cimahi, Mts Baiturrahim ini sudah terakreditasi B dengan nomor npsn 20279750.

6 MTS AR-RIYADL

Mts Ar-riyadl yakni sebuah Madrasah tsanawiyah (MTs) Swasta yang bertempat di Jl. Rancabentang Barat Rt. 03 Rw.15 Cibeureum Cimahi Selatan Kota Cimahi, Mts Ar-riyadl ini sudah terakreditasi B dengan nomor npsn 60727411.

7 MTS AL-MUSYAHADAH

Mts Al-musyahadah yakni sebuah Madrasah tsanawiyah (MTs) Swasta yang bertempat di Jl. Raya Cilember No.27 Blk. 283 Cigugur Tengah Cimahi Tengah Kota Cimahi, Mts Al-musyahadah ini sudah terakreditasi dengan nomor npsn 20279753.

8 MTS PERSATUAN UMMAT ISLAM (PUI)

Mts Persatuan Ummat Islam (pui) yakni satu dari sekian Madrasah tsanawiyah (MTs) Swasta yang beralamat di Jl. Pojok Selatan No. 14 Setiamanah Cimahi Tengah Kota Cimahi, Mts Persatuan Ummat Islam (pui) ini sudah terakreditasi dengan nomor npsn 60727412.

9 MTS NURUL FALAH

Mts Nurul Falah merupakan sebuah Madrasah tsanawiyah (MTs) Swasta yang berlokasi di Jl. Mahar Martanegara No. 130 A Baros Cimahi Tengah Kota Cimahi, Mts Nurul Falah ini sudah terakreditasi dengan nomor npsn 20279751.

10 MTS FATAHILLAH

Mts Fatahillah merupakan satu dari sekian Madrasah tsanawiyah (MTs) Swasta yang bertempat di Jl. Cigugur Tengah No. 45 Cigugur Tengah Cimahi Tengah Kota Cimahi, Mts Fatahillah ini sudah terakreditasi dengan nomor npsn 20279752.

11 MTS AL-MUSDARIYAH 2

Mts Al-musdariyah 2 adalah satu dari sekian Madrasah tsanawiyah (MTs) Swasta yang bertempat di Jl. Kamarung No.42 Rt.02 Rw.04 Citeureup Cimahi Utara Kota Cimahi, Mts Al-musdariyah 2 ini sudah terakreditasi dengan nomor npsn 20279756.

12 MTS PASUNDAN

Mts Pasundan yakni Salah satu Madrasah tsanawiyah (MTs) Swasta yang berlokasi di Jl. Encep Kartawiria No.97/a Cimahi Citeureup Cimahi Utara Kota Cimahi, Mts Pasundan ini sudah terakreditasi dengan nomor npsn 20279759.

13 MTS MISBAHUNNUR

Mts Misbahunnur adalah sebuah Madrasah tsanawiyah (MTs) Swasta yang beralamat di Jl. Kolonel Masturi Km 03 Cipageran Cimahi Utara Kota Cimahi, Mts Misbahunnur ini sudah terakreditasi dengan nomor npsn 20279758.

14 MTS ASIH PUTERA

Mts Asih Putera yakni sebuah Madrasah tsanawiyah (MTs) Swasta yang beralamat di Jl. Daeng Muhammad Ardiwinata No. 199 Cibabat Cimahi Utara Kota Cimahi, Mts Asih Putera ini sudah terakreditasi dengan nomor npsn 20279754.

15 MTS AL-FARISY

Mts Al-farisy ialah satu dari sekian Madrasah tsanawiyah (MTs) Swasta yang terletak di Jl. Cihanjuang 240/237 Cimahi Cibabat Cimahi Utara Kota Cimahi, Mts Al-farisy ini sudah terakreditasi dengan nomor npsn 20279757.

16 MTS NURUL IMAN

Mts Nurul Iman ialah Salah satu Madrasah tsanawiyah (MTs) Swasta yang berlokasi di Jl. Cipageran No.160 Cimahi Cipageran Cimahi Utara Kota Cimahi, Mts Nurul Iman ini sudah terakreditasi dengan nomor npsn 20279755.


Sabtu, 01 Februari 2020

Kisi-Kisi USBN PAI dan Bahasa Arab MI, MTs, MA, 2019/2020

Kisi-kisi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Tahun Pelajaran 2019/2020 untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab jenjang MI, MTs, dan MA, resmi dipublikasikan. Adalah Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Nomor 5794 Tahun 2019 tentang Kisi-Kisi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab Tahun Pelajaran 2019/2020 tertanggal 15 Oktober 2019.

Kisi-kisi soal USBN merupakan acuan pengembangan dan penyusunan soal USBN yang dibuat berdasarkan kriteria pencapaian Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, dan kurikulum yang berlaku. Dengan itu, di lain pihak, kisi-kisi sekaligus menjadi pedoman bagi siswa calon peserta USBN 2019, untuk mempersiapkan diri dan mempelajari materi-materi pelajaran. Pun demikian dengan Kisi-kisi USBN PAI dan Bahasa Arab bagi madrasah jenjang MI, MTs, dan MA ini.


Sesuai dengan judulnya SK Ditjen Pendidikan Islam ini berisikan kisi-kisi USBN untuk tiga jenjang madrasah sekaligus. Pertama Kisi-kisi USBN jenjang Madrasah Ibtidaiyah dengan mata pelajaran yang diujikan meliputi Bahasa Arab dan Akidah Akhlak.

Untuk mata pelajaran umum lainnya akan diterbitkan Kisi-Kisi Ujian Sekolah Berstandar Nasional Tahun Pelajaran 2019/2020 berdasarkan keputusan Badan Standar Nasional Pendidikan.

Baca :

  • Kisi-Kisi USBN SMA dan MA Tahun 2019/2020 
  • Kisi-Kisi USBN SMP dan MTs Tahun 2019/2020


Kedua, Kisi-kisi USBN jenjang Madrasah Tsanawiyah dengan mata pelajaran yang diujikan meliputi: Bahasa Arab dan Akidah Akhlak.

Ketiga, Kisi-kisi USBN jenjang Madrasah Aliyah dengan mata pelajaran yang diujikan meliputi:

  • Untuk peminatan MIPA, IPS, Bahasa, Keagamaan dengan mata pelajaran Bahasa Arab dan Akidah Akhlak
  • Peminatan Keagamaan dengan mata pelajaran, Bahasa Arab, Akhlak, Fikih - Ushul Fikih, Hadis - Ilmu Hadis, Ilmu Kalam, dan Tafsir - Ilmu Tafsir.


Sedang untuk mata pelajaran PAI lainnya, seperti Al Quran Hadis, Fikih, dan Sejarah Kebudayaan Islam akan diselenggarakan melalui Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN).

Baca:



Unduh Kisi-Kisi USBN PAI dan Bahasa Arab 2019/2020


Mengingat waktu penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional yang tinggal sebentar, penting bagi setiap madrasah dan siswa madrasah untuk memiliki Kisi-Kisi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab Tahun Pelajaran 2019/2020 ini.

Untuk itu silakan unduh kisi-kisi tersebut melalui tautan di bawah ini.

Kisi-Kisi USBN PAI dan Bahasa Arab Tahun Pelajaran 2019/2020, UNDUH DI SINI

Dengan memiliki dan mempelajari Kisi-Kisi USBN PAI dan Bahasa Arab Tahun Pelajaran 2019/2020, harapannya siswa-siswi calon peserta USBN dapat lebih maksimal dalam mempersiapkan diri menghadapi dan mendalami materi pelajaran. Sehingga dapat mebgerjakan USBN


Sumber :

Selasa, 21 Januari 2020

GURU DAN MURID JAMAN SEKARANG


Oleh: Bunga Obeng 
hari kehari bulan kebulan tahun ketahun makin gak keliatan mana murid dan mana guru. bisa dilihat dari sikap murid yang berani menentang semua omongan gurunya, berani melanggar peraturan sekolahnya, berani keluar dijam sekolah, mentepelekan PR dan tugas-tugas. kalo kata murid “ peraturan itu buat dilanggar bukan buat untuk dipatuhi kalo dipatuhi penjara kosong dong trus polisi kerja apa ” itu adalah lelucon yang sering digunakan murid-murid …. banyak hal yang dilakukan murid didalam pelajaran kelas yang jarang guru mengetahuinya ….makan dan minum sms ’n dan tlp’n nonton video yang sedang in perempuan, sisiran, ngaca, ngerol rambut laki-laki, tidur, dengerin hadsheat bowsing menggunakan HP pergi kekantin dengan alasan ke WC DLL murid-murid itu bisa bersikap seperti itu karna hampir 50% sikap guru yang seperti iyu juga. contohnya, guru begitu dekat dengan murid hampir-hampir tidak ada batasan omongan antara guru dan murid akhirnya terbiasa sampai jam kelas, malah ada juga yang sampai guru melalukan tindakan seksual kepada muridnya sendiri, Guru jaman sekarang hanya datang kekelas paling lama 10 sampai 20 menit hanya absen muka, absen murid, ngasih tugas atau catatan yang segudang dan akhirnya gururunya ninggalin kelas buat ngegosip dengan guru lain di ruang guru, akibatnya murid menyepelekan tugas dan guru tersebut. kalo udah gini sapa yang mau disalahin ?????? Guru!! mana mungkin. murid bisa menyalahkan guru segampang itu atau mengadukan sikap-sikap guru semudah itu, kalo iya setelah itu juga murid itu di DO. karna, disekolah itu kebanyakan kamusnya adalah murid adalah  tempat kesalahan dan guru akan selalu benar. atau murid!! yang bersikap seperti karena contoh gurunya …entah lah,mungkin karna caranya yang salah atau antara guru dan murid tidak benar-benar melakukan tanggung jawabnya dengan profesinya masing-masing.

Kamis, 27 September 2012

REFERENSI PEMBINA PRAMUKA




Buku Panduan Pegangan Pembina Pramuka - Buku ini berisi secara lengkap dari daftar isi, kata pengantar, materi-materi kepramukaan sampai dengan pengetahuan teknik kepramukaan.

Buku Panduan Pegangan Pembina Pramuka-http://gurujumi.blogspot.com/
Buku Panduan Pegangan Pembina Pramuka
Salam Pramuka ...!!!

Syukur Alhamdulillah selayaknya kita sampaikan kepada Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nyalah penyusun dapat menyelesaikan “Buku Pegangan Pembina Pramuka” ini.

Penyusunan “Buku Pegangan Pembina Pramuka” ini semoga bermanfaat bagi Pembina/Pembantu Pembina Pramuka sebagai bahan acuan/referensi dalam mendidik adik-adik Pramuka khususnya di lingkungan “...........isi dengan nama gudep Kakak”,. Penyusun menyadari akan segala kekurangan dalam penulisannya/penyusunan buku ini. Penyusun sangat menghargai akan kritik dan sarannya untuk penyusun ke alamat E-mail: mtsdarussalamcmh@gmail.com dan terus kunjungi blog :
MTs DARUSSSALAM melalui url https://mts-darussalam-cmh.blogspot.com/
Akhirnya Penyusun mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan ini, mudah-mudahan Allah SWT membalasnya dengan berlipat ganda. Amiin.
Salam Pramuka ...!!
Sumber : MTs Darusaalam-Kota Cimahi

Silahkan unduh filenya berikut ini.
Merekomendasikan "
Demikianlah yang dapat kami informasikan tentang Buku Panduan Penganan Guru Pembina Pramuka.
Semoga bermanfaat.
Salam Pramuka ... !!

Rabu, 04 Juli 2012

PENDAFTARAN

Minggu, 21 Agustus 2011

BELAJAR TANPA BATAS



Belajar Tanpa Batas Dengan Rumah Belajar Cetak



Minggu, 17 Juli 2011 15:14
 

Jakarta--Sebagai upaya meningkatkan layanan dan kebutuhan sumber belajar bagi peserta didik, Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) meluncurkan Program Layanan Teknologi Informasi dan Komunikasi Pembelajaran. Program ini meliputi portal Rumah Belajar yang dapat diakses melalui http://belajar.kemdiknas.go.id dan media berbasis televisi/video yang diperuntukkan bagi siswa berkebutuhan khusus SLB-B (tuna rungu).
Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh menyampaikan, dengan adanya fasilitas pembelajaran ini diharapkan kualitas pendidikan meningkat dan kesempatan belajar juga semakin terbuka. "Rumah belajar memungkinkan belajar tanpa batas waktu dan tempat," katanya usai meluncurkan Program Layanan Teknologi Informasi dan Komunikasi Pembelajaran di Kemdiknas, Jakarta, Jumat (15/07/2011).

Mendiknas mengatakan, fasilitas belajar menggunakan media televisi/video bagi siswa tuna rungu dapat membantu proses belajar mengajar meskipun mereka mengalami hambatan di satu sisi. "Kita harus memberikan layanan keapda siapapun termasuk yang memerlukan layanan khusus," katanya.

Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Kemdiknas Ari Santoso menyampaikan portal Rumah Belajar merupakan fasilitas layanan bagi guru dalam menyiapkan materi pembelajaran. Dia menyebutkan, ada lima fitur di dalamnya, yakni fitur rancangan pelaksanaan pembelajaran, fitur katalog media, fitur bahan ajar interaktif, dan fitur bank soal. "Rumah Belajar pada akhirnya akan menjadi jaringan kerja pendidikan dan sumber belajar Indonesia," katanya.

Adapun video bagi siswa kebutuhan khusus dalam bentuk pengajaran menggunakan komunikasi total baik isyarat dan teks secara simultan.   Diharapkan fasilitas pembelajaran ini menjadi media alternatif dan pendukung dalam proses pembelajaran
 

Rabu, 17 Agustus 2011

MENEMUKAN MAKNA KEMERDEKAAN

MENEMUKAN MAKNA KEMERDEKAAN


17 Agustus tahun 45 – Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka Nusa dan Bangsa – Hari Lahirnya bangsa Indonesia
ri7.jpg Gaung 17-an telah menggema di seantero tanah air, mulai dari pedalaman, pesisir, pegunungan, hingga ke dusun-dusun yang nyaris tak pernah tersentuh kemajuan. Semua anak bangsa saling berlomba merayakannya, mulai dari baca puisi, karnaval, hingga upacara-upacara. Namun, seringkali kita lupa menyentuh ruh dan maknanya. Perayaan 17-an hanya sebatas dimaknai penciptaan suasana ramai, meriah, dan gemebyar. Semangat juang yang terkandung di dalamnya nyaris terlupakan.
Sebenarnya apa makna kemerdekaan itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, merdeka artinya bebas dari penghambaan, penjajahan, dll; berdiri sendiri; tidak terkena atau lepas dari tuntutan; tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu; atau leluasa. Merdeka berarti bebas dari penjajahan, bebas dari tahanan, bebas dari kekuasaan, bebas intimidasi, bebas tekanan, dari nilai dan budaya yang mengungkung diri kita. Setiap manusia yang lahir ke dunia semuanya adalah mahluk merdeka, para bayi yang terlahir hanya terikat oleh ikatan yang Allah ridhoi (kondisi fitrah) dalam QS Al A’raaf : 172, bahwa Allah sudah mengambil perjanjian perikatan dengan manusia ketika dalam sulbi ibunya bahwa manusia hanya mau terikat dengan Allah,mengakui keberadaan Allah dan siap melaksanakan semua perintah dan larangan Allah tidak lainnya.
Dalam konteks ini semua manusia dalam keadaan fitrah, suci, bersih dari perikatan dan penajjahan apapun, namun setelah dewasa ketika mulai baligh ada manusia yang kembali fitrah dan ada juga manusia yang tidak fitrah, ia mengambil tandingan selain Allah. Ia mengikatkan diri dengan segala sesuatu selain Allah. Sedangkan manusia tidak merdeka adalah manusia yang hidupnya dikendalikan oleh dhon, akalnya sendiri, dogma, hawa nafsu, ilmu, harta dan dien selain Islam. Karena Islam adalah dien yang membebaskan manusia dari kungkungan hawa nafsu, dan dhon dan lain-lain. Jadi, kemerdekaan abadi adalah manakala kita melepaskan semua ikatan dari apapun kecuali hanya dengan Allah. Dalam QS Al Balad ayat 10-13 disebutkan bahwa Allah menunjukkan dua jalan ada benar dan salah, jalan yg benar merupakan jalan yang mendaki lg sukar, jalan yg mendaki lg sukar salah satunya adalah memerdekakan budak dari perbudakan. Perbudakan dalam tafsir fizhilal quran, adalah membebaskan budak dari belenggu, ikatan selain Allah . Sehingga hidup kita hanya menjadi hamba, budak Allah dalam pengabdian berupa aktivitas, loyalitas semuanya hanya untuk dan karena Allah semata bukan menjadi budaknya hawa nafsu, budak harta, dogma, doktrin yang selain dari Allah. Karena sesungguhnya jika seseorang sudah mengikatkan diri dengan segala sesuatu selain Allah maka ia tidak lagi memiliki jiwa yang merdeka, tapi jiwa terpenjara, hina tidak bebas, karena telah menjadikan dirinya budaknya syaitan laknatullah.
Kedatangan Islam ke alam dunia ini membawa pesan dan sifat kemerdekaan. Islam menyeru manusia supaya membebaskan diri dan pemikiran mereka daripada belenggu jahiliah dan kemusyrikan terhadap Allah Ta’ala, membebaskan diri daripada perhambaan dan membebaskan negara daripada cengkaman musuh. Islam dalam arti kata kesejahteraan, kedamaian dan keamanan semuanya menjurus kepada hakikat kemerdekaan. Hakikat ini dapat kita lihat semasa perkembangan awal Islam di mana Rasulullah SAW telah membawa kemakmuran kepada Madinah dan memerdekakan Mekah dari cengkaman kafir Quraisy. Begitu juga perkembangan di zaman Khulafa’ ar-Rasyidin yang banyak memerdekakan negara dari cengkaman kekufuran. Islam juga yang bersifat merdeka dalam arti kata lain bermaksud bebas daripada keruntuhan akhlak dan kemurkaan Allah. Lantaran itu, Islam telah berjaya menyelamatkan manusia dari sistem perhambaan terhadap manusia ataupun hawa nafsu yang diselaputi oleh syirik, kekufuran, kemungkaran dan kemaksiatan. Seorang penyair Arab yang bernama Ahmad Syauqi berkata dalam syairnya yang mempunyai makna :”Kekalnya bangsa kerana mulianya akhlak, runtuhnya bangsa kerana runtuhnya akhlak”. Oleh karena itulah hendaknya umat Islam sentiasa berazam untuk membebaskan diri daripada sifat-sifat yang boleh meruntuhkan wibawa kamanusiaan karena sifat-sifat demikian itu amat dimurkai Allah dan akan hanya menyebabkan manusia terpenjara di bawah arahan nafsu dan syaitan. Lebih jauh dari itu, kita hendaklah sentiasa memohon keampunan Allah Ta’ala agar mendapat keridhoan-Nya dan terlepas daripada siksaan api neraka. Inilah nilai sebenarnya kemerdekaan yang diajarkan oleh agama kita.
Kemerdekaan sebuah negara tidak hanya proses pertukaran pemerintahan daripada satu golongan pemerintah kepada satu golongan pemerintah lain yang lebih berhak akan tetapi pada hakikatnya, kemerdekaan tanah air adalah nikmat terbesar karunia Allah. Kemerdekaan negara merupakan pembebasan jiwa rakyatnya dari keadaan belenggu nilai-nilai yang semata-mata mengikut perintah penjajah kepada nilai bersandarkan kebenaran dan hakikat; pembebasan akal dan pikiran rakyat belenggu kebodohan dan kejahilan kepada cahaya ilmu dan hikmah; pembebasan akal-budi rakyatnya dari keruntuhan akhlak dan pelanggaran moral dan etika kepada pembentukan nilai-nilai murni dan akhlak tinggi; pembebasan rakyat dari belenggu kemiskinan menuju kehidupan sejahtera.
Berbicara tentang kemerdekaan tentu saja tidak terlepas dari apa yang sering kita sebut dengan pahlawan. Menurut Anis Matta, “Pekerjaan-pekerjaan besar dalam sejarah hanya dapat diselesaikan oleh mereka yang mempunyai naluri kepahlawanan”. Sejarah menunjukkan bahwa negeri ini terbebas dari penjajahan disebabkan pula oleh peran para pahlawan. Para pahlawan dahulu ketika berjuang senantiasa mengedepankan nilai-nilai keberanian, kesabaran, pengorbanan, kompetisi, optimistis, dan siap sedia dengan segala kemungkinan saat itu. Nilai-nilai kemanusiaan yang mendasar tetap menjadi basis utama filosofi perjuangan mereka. Makna kemerdekaan yang ada di kepala para pahlawan saat itu adalah membebaskan Indonesia dari penindasan dan tirani oleh pihak-pihak yang berusaha mencengkeram Indonesia untuk kepentingan kekuasaan. Selanjutnya setelah kemerdekaan tahun 1945, Indonesia ibarat bayi yang belajar merangkak, kemudian berdiri dan tumbuh besar hingga saat ini. Jika kita kembali melihat ke belakang setelah kemerdekaan itu, banyak sekali terjadi hal-hal yang pada hakikatnya bukanlah kondisi suatu bangsa yang merdeka. Masa pemerintahan orde lama dengan demokrasi terpimpinnya, dilanjutkan dengan masa orde baru yang juga hampir-hampir sama dengan kondisi sebelumnya, ternyata membuka mata kita bahwa sejarah Indonesia adalah sejarah tirani, penindasan, dan kezholiman atas rakyatnya yang semakin termiskinkan dan terpinggirkan.
Cukup bertentangan dengan salah satu tujuan pembangunan nasional Indonesia yang termaktub di dalam UUD 45 untuk menciptakan kesejahteraan rakyat Indonesia. Lantas apakah benar kita sudah merdeka? Selanjutnya ketika rakyat pada saat itu telah jenuh dan bosan dengan segala penindasan dan tirani, akhirnya terjadilah sebuah peristiwa yang menyebabkan reformasi total di seluruh sisi pemerintahan bangsa Indonesia. Walaupun pada perjalanan selanjutnya, realitas di lapangan tidak seindah apa yang direncanakan sebelumnya. Ternyata masih banyak saja hal-hal yang justru tidak mencerminkan kemerdekaan sesungguhnya, sebagai contoh rakyat Indonesia saat ini masih saja dijajah oleh kebodohan, ketidaktertiban, kebohongan, korupsi, dan lain hal sebagainya yang akhirnya menyebabkan kesejahteraan itu belum sampai kepada masyarakat seluruhnya. Ini tentu bertentangan dengan makna merdeka tadi bukan? Belum lagi ketika para generasi muda kita dijajah oleh berbagai jenis hiburan dan hal-hal yang menimbulkan kerusakan lainnya. Penyebab itu semua yang paling mendominasi adalah karena begitu banyaknya sisi yang telah jauh menyimpang dari nilai-nilai kebenaran.Dari berbagai hal yang terjadi, tentu kita pun harus kembali memaknai apa sebenarnya kemerdekaan itu. Islam memiliki konsep kemerdekaan lebih baik. Manusia diciptakan sebagai khalifah di muka bumi dan dengan da’wah tauhidnya yang akan menyadarkan, membebaskan, dan memerdekakan manusia dari penghambaan kepada manusia lain dan materi menuju penghambaan sejati yaitu kepada Allah Maha Pencipta, dengan mengajak kepada kebenaran, menegakkan keadilan, dan mencegah kebathilan dengan cara yang ma’ruf. Sehingga sejatinya merdeka bermakna membebaskan diri dari penghambaan selain kepada Allah. Jika konsep ini berjalan dengan benar, maka kita tidak akan menjumpai lagi bentuk-bentuk penjajahan implisit yang kulitnya menawarkan kemakmuran padahal sejatinya menghancurkan.
Wallahu a’lam…



"_TANAH_AIR_"

Tanah air ku INDONESIA
negeri elok sangat ku cinta

Tanah tumpah DARAH ku yang mulya,
yang ku puja sepanjang masa
Tanah airku AMAN/MAKMUR
Pulau kelapa nan amat subur,
pulau MELATI puja'an bangsa sejak dulu kala

Melambai_lambai nyiur di pantai, berbisik_bisik raja

17 agustus hari kemerdeka'an kita, yang ke 66
Kelana memuja pulau nan indah permai
Tanah air ku INDONESIA
Merdeka ....!
Merdeka......!
Merdeka......!

Wahai Indonesia ku tercinta
HUT RI ke 66


NaskahProklamasiTT
Source : http://media.photobucket.com/
Kata-kata MERDEKA pernah menjadi begitu sakral dan mewarnai hari-hari awal perjalanan bangsa ini. Begitu banyak jargon, semboyan dan seruan yang menggemakan kata MERDEKA dalam berbagai bentuk dan kesempatan seperti antara lain, MERDEKA ATAOE MATI !, SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA !. Bahkan Preambule Undang-Undang Dasar 1945, dalam Alinea pertama kalimat pertama, secara tegas mencantumkan, “Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa…”.
Begitu sakralnya kata tersebut sehingga mampu menjadi elan vital yang sanggup menggerakkan energi seluruh anak bangsa untuk berjuang dan rela berkorban membangun perlawanan terhadap penjajahan dan ketertindasan demi sebuah kata, “MERDEKA…!!!”. Kentalnya pemahaman terhadap pemaknaan kata tersebut merasuk kedalam setiap sel darah dan tulang sumsum serta jiwa raga segenap anak bangsa.
Saat ini, setelah lebih dari 60 tahun (red: sekarang 65 tahun) Kemerdekaan itu berhasil diperjuangkan dengan mengorbankan setiap titik keringat dan darah para putra bangsa, “Masihkah tersisa arti dan makna kata MERDEKA di hati sanubari kita para pewarisnya?!”, “Apakah setiap bongkah batubata yang kita susun menjadi rumah masih disertai kenangan atas bagaimana Kemedekaan ini diraih?!”, “Apakah setiap bulir nasi yang masuk ke mulut kita masih diimani oleh semangat yang sama seperti yang dimiliki oleh para pejuang kita?!”, “Apakah setiap sen yang masuk ke dalam kantung kita bisa dipertanggungjawabkan kepada jiwa-jiwa para pejuang kita yang telah gugur?!”.
Pertanyaan-pertanyaan di atas semata-mata tidak untuk mengadili setiap orang dari kita. Melainkan sebagai sebuah ajakan untuk menemukan kembali makna dari apa itu sesungguhnya kehidupan, berbangsa dan bernegara yang sudah lama hilang di Bumi Persada Nusantara ini. Menjadi wajar kalau bangsa ini sekarang tidak mampu menjadi bangsa yang adiluhung gemah ripah loh jinawi, adil makmur toto tentrem kerto raharjo.
Tidak berlebihan rasanya di tengah carut-marutnya penyelenggaraan Negara yang hanya dipenuhi aroma kekuasaan serta ditingkahi dengan gejolak jagad yang berunjuk rasa dengan bencana-bencana alamnya, inilah saat yang tepat bagi kita mencoba melakukan perenungan untuk menemukan kembali jati diri kita sebagai sebuah bangsa !.
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai perjuangan para Pahlawannya..
Bangsa yang menghargai para Pahlawannya adalah Bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah Bangsanya..
Dalam sebuah kesempatan yang sangat langka, Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno menguraikan secara langsung mengapa dalam setiap pembukaan dan penutupan pidatonya beliau selalu meneriakkan kata MERDEKA. Beliau mengatakan, “bahwa Kemerdekaan sebuah bangsa yang sesungguhnya hanya bisa tercapai ketika setiap anak bangsa mampu meMERDEKAkan dirinya dalam arti yang sebenar-benarnya”.
Dengan kemampuan retorikanya sebagai seorang orator yang dikenal mumpuni, sebelum sempat ada yang menanyakan apa yang dimaksud dengan, “Mampu meMERDEKAkan dirinya dalam arti yang sebenar-benarnya”, beliau langsung menyambung uraiannya, “Yang aku maksud dengan mampu meMERDEKAkan dirinya dalam arti sebenar-benarnya adalah bahwa setiap anak bangsa ini harus mampu meMERDEKAkan dirinya dari rasa takut, takut untuk menggunakan hati nuraninya dalam menjalani hidup, takut untuk mengatakan sesuatu yang benar dengan sebenar-benarnya dan mengatakan bahwa sesuatu yang salah adalah salah dengan sebenar-benarnya”.
Beliau juga menambahkan, “Bahwa mampu meMERDEKAkan dirinya dalam arti sebenar-benarnya, itu juga berarti tidak terjajah oleh materi, kebendaan dan keduniawian yang bersifat semu dan sementara sehingga tidak berpamrih atau mengharapkan sesuatu imbalan atas setiap apa yang dilakukannya. Setiap perbuatan selalu dilakukan dengan penuh keikhlasan dan ketulusan”.
Selain itu, beliau juga menandaskan, “Bahwa mampu meMERDEKAkan dirinya dalam arti sebenar-benarnya adalah ketika anak bangsa ini mampu membebaskan diri dari rasa sombong dan gila popularitas karena mereka bersikap rendah hati dan andap asor; juga dari rasa takut menderita karena mereka pandai mensyukuri dan tidak mudah putus asa; rasa ingin berkuasa dan menang sendiri karena mereka mampu bersikap demokratis membuka diri terhadap perbedaan dan mengedepankan semangat gotong-royong”.
Dalam kesempatan itu beliau juga mengatakan, “Manusia yang MERDEKA adalah manusia yang terbebas dari rasa iri, dengki, srei, dahwen, panasten dan patiopen. Sehingga menjadi manusia yang selalu setiti, nastiti, surti dan hati-hati”. “Manusia yang MERDEKA bukan manusia yang ‘hanya’ mampu bersikap BAIK, juga bukan manusia yang ‘hanya’ mampu bersikap BIJAKSANA, tapi adalah manusia yang mampu bersikap BAJIKSANA ”!, sambung beliau.
Di akhir uraiannya, beliau menegaskan, “Jikalau bangsa ini tidak mau segera kembali kepada KESEJATIANNYA sebagai bangsa yang MERDEKA dalam arti yang sebenar-benarnya, maka tak akan pernah bangsa ini menjadi bangsa yang besar. Bangsa yang adiluhung gemah ripah loh jinawi, adil makmur toto tentrem kerto raharjo. Camkan kata-kataku ini !”.
Merdeka !, Merdeka !, Merdeka !, tiga kali aku ucapkan kata-kata itu…
Jakarta, 20 Juli 06, pukul 03.00 (repost)