Minggu, 05 September 2010
GURU DAN MURID JAMAN SEKARANG
Sekarang”
Oleh: Bunga Obeng | 30 Agustus
2010 | 14:14 WIB
hari kehari bulan kebulan n
tahun ketahun makin gak
keliatan mana murid dan mana
guru. bisa dilihat dari sikap
murid yang berani menentang
semua omongan gurunya, berani
melanggar peraturan
sekolahnya, berani keluar dijam
sekolah, mentepelekan PR dan
tugas-tugas. kalo kata murid
“ peraturan itu buat dilanggar
bukan buat untuk dipatuhi kalo
dipatuhi penjara kosong dong
trus polisi kerja apa ” itu adalah
lelucon yang sering digunakan
murid-murid ….
banyak hal yang dilakukan murid
didalam pelajaran kelas yang
jarang guru mengetahuinya ….
makan dan minum
sms ’n dan tlp’n
nonton video yang sedang in
perempuan, sisiran, ngaca, ngerol
rambut
laki-laki, tidur, dengerin hadsheat
bowsing menggunakan HP
pergi kekantin dengan alasan ke
WC
DLL
murid-murid itu bisa bersikap
seperti itu karna hampir 50%
sikap guru yang seperti iyu juga.
contohnya, guru begitu dekat
dengan murid hampir-hampir
tidak ada batasan omongan
antara guru dan murid akhirnya
terbiasa sampai jam kelas, malah
ada juga yang sampai guru
melalukan tindakan seksual
kepada muridnya sendiri, Guru
jaman sekarang hanya datang
kekelas paling lama 10 sampai 20
menit hanya absen muka, absen
murid, ngasih tugas atau catatan
yang segudang dan akhirnya
gururunya ninggalin kelas buat
ngegosip dengan guru lain di
ruang guru, akibatnya murid
menyepelekan tugas dan guru
tersebut.
kalo udah gini sapa yang mau
disalahin ??????
Guru!! mana mungkin. murid bisa
menyalahkan guru segampang
itu atau mengadukan sikap-sikap
guru semudah itu, kalo iya
setelah itu juga murid itu di DO.
karna, disekolah itu kebanyakan
kamusnya adalah murid adalah
tempat kesalahan dan guru akan
selalu benar. atau
murid!! yang bersikap seperti
karena contoh gurunya …
entah lah, mungkin karna
caranya yang salah atau antara
guru dan murid tidak benar-
benar melakukan tanggung
jawabnya dengan profesinya
masing-masing.
Sumber _ www.m.kompasiana.com
Selasa, 24 Agustus 2010
Minggu, 04 Juli 2010
PENDAFTARAN SISWA/I BARU ON LINE
Dapatkan formulirnya di sini spreadsheets.google.com/viewform?formkey=dHhlY2FVOHlIYkpZZTdnZ3djdm5sWEE6MQ
Jumat, 16 April 2010
SEKOLAH HARUS AKTIFKAN KEMBALI PRAMUKA
PADA era 1970-an dan 1980-an, para siswa sekolah merasa bangga bila mengenakan seragam Pramuka. Mereka juga aktif mengikuti kegiatan kepramukaan baik yang dilaksanakan pihak sekolah atau dinas pendidikan setempat.
Tak hanya itu, anggota Pramuka akan merasa lebih bangga lagi jika terpilih mewakili kabupaten atau provinsi mengikuti jambore nasional. Saat itu dunia kepanduan menjadi dambaan para pelajar.
Ketika memasuki era reformasi, gerakan dan kegiatan Pramuka secara perlahan dijauhi para pelajar. Pada hari tertentu, para pelajar memang diwajibkan mengenakan seragam Pramuka dan atributnya. Namun mereka sebenarnya kurang memahami dan mencintai Pramuka.
Tak pelak lagi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sempat menyatakan keprihatinannya dengan kondisi Gerakan Pramuka Indonesia. Berhubungan dengan itu, Presiden meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk revitalisasi gerakan Pramuka.
Pada Kabinet Indonesia Bersatu II, Menteri Pemuda dan Olahraga (Mepora) Andi Mallarangeng menegaskan bahwa program kerja 100 harinya, salah satunya merevitalisasi Pramuka. Terkait hal itu, Menpora terus memberi perhatian serius gerakan Pramuka. Menpora telah mengunjungi sejumlah kwartir daerah Pramuka
di beberapa provinsi. Bahkan ia juga langsung terlibat dan mengunjungi para anggota Pramuka Indonesia yang tengah mengikuti the 26th Asia Pacific Jamboree di Los Banos Philippines, bulan lalu. Menpora mengakui saat ini ada kesan kegiatan Pramuka dinilai jadul, tidak keren, dan tidak menarik. "Padahal gerakan pramuka sangat luar biasa untuk pengembangan jati diri anak muda," katanya.
Sudah saatnya, tegas Menpora, Gerakan Pramuka dihidupkan lagi di sekolah-sekolah. Para siswa diajak untuk mengikuti latihan dan kegiatan Pramuka. Agar kegiatan Pramuka leljh menarik, ia meminta Kwartir Gerakan Pramuka membuat modul yang menarik. "Kegiatan Pramuka harus sesuai minat dan kesenangan para siswa sekarang," kata Menpora. Ia meminta kwartir daerah Pramuka yang kurang aktif perlu melakukan reorganisasi.
(Sumber Berita:http//
bataviase.co.id)
Sabtu, 27 Maret 2010
PRESIDEN MINTA PRAMUKA BANGUN KARAKTER BANGSA
Hal tersebut disampaikan Presiden saat melantik pengurus Kwartir Nasional Gerakan Pramuka periode 2008-2013 di halaman Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat.
"Betapa pentingnya gerakan Pramuka, apalagi di era globalisasi, dimana nilai masyarakat berubah, tentu tidak sama memimpin dan membina pramuka saat ini dibanding masa lalu," kata Presiden yang mengenakan seragam Pramuka dalam posisinya sebagai Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka.
Lebih lanjut Kepala Negara meminta agar revitalisasi Gerakan Pramuka yang sudah dicanangkan sejak 2006 lalu terus dilanjutkan, walaupun sudah terlihat adanya perubahan menuju arah yang lebih baik, Presiden Yudhoyono melihat hal itu belum cukup.
"Tentu kita tidak ingin menjadi bangsa yang gagal. Kemenangan dan keberhasilan tidak datang dari langit. Bila kita pesimis, kita akan kalah. Mari kita semua terutama pembina, pelatih dan pemimpin gerakan Pramuka kita patrikan, kita ingin menjadi pemenang," tegasnya.
Presiden melihat dari tiga pilar utama menuju bangsa yang maju, yang berkaitan langsung dengan gerakan Pramuka adalah membangun peradaban yang mulia.
Salah satu hal yang penting dalam membangun peradaban bangsa yang mulia adalah pembangunan karakter. Pembangunan karakter itu bisa dilakukan Pramuka dalam banyak jenis latihan yang dimiliki.
Oleh: Mustika Iqbal
"Metodologi, metode pembinaan dan pelatihan terus dikembangkan. Sekarang sudah banyak perubahan , sudah banyak pilihan, kita tidak bisa memaksakan harus masuk gerakan Pramuka, maka harus ada daya tarik baru, daya saing baru sehingga anak-anak SMP dan SMA masih senang lakukan kegiatan Pramuka," katanya.
Terkait pembangunan karakter, Presiden menyampaikan sejumlah hal yang harus diperhatikan, dikembangkan dan diolah dalam setiap latihan Pramuka antara membangun akhlak anak bangsa yang baik, budi pekerti, berpikir positif, tangguh, yakin diri tapi tidak takabur, disiplin, inovatif dan rukun serta memiliki kesetiakawanan.
Presiden mengharapkan dalam dua tahun mendatang peran Pramuka sebagai salah satu sarana pembentuk karakter bangsa dapat semakin meningkat seiring dengan proses revitalisasi organisasi tersebut.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka, Jumat pagi melantik pengurus Kwartir Nasional Pramuka masa bakti 2008-2013.
Pelantikan yang berlangsung di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta tersebut dihadiri oleh para menteri kabinet Indonesia Bersatu II dan sejumlah pejabat negara lainnya.
Prof. DR. Dr. Azrul Azwar, M.P.H dilantik sebagai Ketua Kwarna Pramuka didampingi oleh tujuh wakil ketua masing-masing Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Kerja sama Laksma TNI (Purn) Dr. Amoroso Katamsi, Sp.KJ,M.M., Wakil Ketua Bidang Kepramukaan dan Saka Mayjen TNI Hatta Syafruddin,S.H., Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Penelitian Prof.DR. Jana Tjahjana Anggadiredja M.Sc,Apt.
Wakil Ketua bidang Abdimas dan Siaga Bencana dijabat oleh Marsda TNI Eris Herryanto,MA, Wakil Ketua Bidang Humas dan Informatika DR.PA. Kodrat Pramudho,S.K.M, M.Kes, Wakil Ketua bidang Usaha dan Kemitraan Dra.Bray Sri Hardani Hadikusumo,M.S, dan Wakil Ketua Bidang Internasional DR.Irid F Agoes,M.A.
Sekjen Kwarnas dijabat oleh Dr. Joedyaningsih SW, M.Sc (PH).
Dalam acara tersebut, Presiden didampingi oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono.
Pengurus Kwarnas Pramuka periode 2008-2013 berdasarkan Keputusan Presiden nomor 90/M tahun 2009, ditetapkan 11 Agustus 2009. (ant). tx
Senin, 22 Februari 2010
Selamat Berjuang dalam TO Mandiri
Selasa, 16 Februari 2010
SELAMAT BERJUANG
Selasa, 09 Februari 2010
Guru Profesional

10 ciri guru profesional
2009 November 6
tags: agus sampurno, anak-anak, belajar aktif, belajar dengan bekerja sama, guru kreatif, guru profesional, kepala sekolah, Manajemen kelas, PAKEM(pembelajaran kreatif aktif menyenangkan), pelatihan guru, Pendidikan, pengajaran kreatif, Sekolah, teknologi informasi
by agusampurno
1. Selalu punya energi untuk siswanya
Seorang guru yang baik menaruh perhatian pada siswa di setiap percakapan atau diskusi dengan mereka. Guru yang baik juga punya kemampuam mendengar dengan seksama.
2. Punya tujuan jelas untuk Pelajaran
Seorang guru yang baik menetapkan tujuan yang jelas untuk setiap pelajaran dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap kelas.
3. Punya keterampilan mendisiplinkan yang efektif
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan disiplin yang efektif sehingga bisa mempromosikan perubahan perilaku positif di dalam kelas.
4. Punya keterampilan manajemen kelas yang baik
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik dan dapat memastikan perilaku siswa yang baik, saat siswa belajar dan bekerja sama secara efektif, membiasakan menanamkan rasa hormat kepada seluruh komponen didalam kelas.
5. Bisa berkomunikasi dengan Baik Orang Tua
Seorang guru yang baik menjaga komunikasi terbuka dengan orang tua dan membuat mereka selalu update informasi tentang apa yang sedang terjadi di dalam kelas dalam hal kurikulum, disiplin, dan isu lainnya. Mereka membuat diri mereka selalu bersedia memenuhi panggilan telepon, rapat, email dan sekarang, twitter.
6. Punya harapan yang tinggi pada siswa nya
Seorang guru yang baik memiliki harapan yang tinggi dari siswa dan mendorong semua siswa dikelasnya untuk selalu bekerja dan mengerahkan potensi terbaik mereka.
7. Pengetahuan tentang Kurikulum
Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan mendalam tentang kurikulum sekolah dan standar-standar lainnya. Mereka dengan sekuat tenaga memastikan pengajaran mereka memenuhi standar-standar itu.
8. Pengetahuan tentang subyek yang diajarkan
Hal ini mungkin sudah jelas, tetapi kadang-kadang diabaikan. Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan yang luar biasa dan antusiasme untuk subyek yang mereka ajarkan. Mereka siap untuk menjawab pertanyaan dan menyimpan bahan menarik bagi para siswa, bahkan bekerja sama dengan bidang studi lain demi pembelajaran yang kolaboratif.
9. Selalu memberikan yang terbaik untuk Anak-anak dan proses Pengajaran
Seorang guru yang baik bergairah mengajar dan bekerja dengan anak-anak. Mereka gembira bisa mempengaruhi siswa dalam kehidupan mereka dan memahami dampak atau pengaruh yang mereka miliki dalam kehidupan siswanya, sekarang dan nanti ketika siswanya sudah beranjak dewasa.
10. Punya hubungan yang berkualitas dengan Siswa
Seorang guru yang baik mengembangkan hubungan yang kuat dan saling hormat menghormati dengan siswa dan membangun hubungan yang dapat dipercaya.
Disarikan dari situs Apple for the teacher
from → Hubungan sekolah dengan masyarakat
http://id.wordpress.com/tag/hubungan-sekolah-dengan-masyarakat/
Selasa, 02 Februari 2010
Selamat Datang di Blogspot Yapida Darussalam
LEADERSHIP
LEADERSHIP
Percaya diri yang cukup untuk seorang pemimpin akan menjadi modal yang bagus untuk melakukan tindakan kepemimpinan.
Kepemimpinan merupakan suatu proses dengan berbagai cara mempengaruhi orang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama. Namun fenomena yang terjadi adalah krisis kepemimpinan diberbagai lingkungan.
Banyak orang yang biasa menjadi pemimpin, namun berapa banyak yang bisa memimpin dengan sukses sekaligus menjadi inspirasi bagi orang banyak?. Kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang dekat dengan yang dipimpinnnya. So sudahkah kita menjadi pemimpin yang baik ????
Senin, 25 Januari 2010
Sistem Pelaksanaan UN Diubah Tahun 2011
Perubahan mendasar pada pelaksanaan ujian nasional baru bisa dilaksanakan tahun 2011. Pasalnya, jika dilakukan dalam ujian nasional tahun ini yang sebentar lagi digelar pemerintah akan menimbulkan kebingungan bagi siswa dan sekolah.
Kesimpulan akhir untuk pelaksanaan UN tahun ini memang belum bulat. Tetapi keinginan untuk memperbaiki UN guna mengakomodasi keinginan masyarakat mesti dilaksanakan. Untuk itu, kajian komprehensif untuk posisi UN sebagai pemetaan dan juga mencari formula baru penggunaan hasil UN yang tidak merugikan anak didik akan dilakukan. “UN tahun 2010 ini sebagai masa transisi untuk perbaikan mendasar UN di tahun berikutnya,” kata Rully Chairul Azwal, Ketua Panitia Kerja Ujian Nasional (UN) Komisi X DPR RI di Jakarta, Jumat (22/1/2010).
Rully menjelaskan DPR tidak lagi mempersoalkan apakah UN kali ini sah pasca Putusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak kasasi pemerintah soal gugatan UN. Dari konsultasi dengan MA, Ketua MA Harifin A Tumpa menegaskan tidak ada penghentian, pelarangan, atau penundaan UN.
Adapun hasil UN sebagai penentu kelulusan, kata Rully, memang masih diperdebatkan. Masih ada fraksi di Komisi X yang meminta supaya hasil UN tidak sebagai syarat kelulusan dan saling memveto.
“Kami menyadari jika standar pendidikan kita belum merata. Jangan sampai UN itu membawa korban pada siswa dan sekolah-sekolah yang belum mencapai standar pelayanan minimum. Tetapi perubahan itu kita siapkan untuk UN berikutnya supaya hasil UN jangan lagi merugikan siswa,” tegas Rully.